Langsung ke konten utama

Berhenti Merokok Pakai Obat Risikonya Serangan Jantung

Jika memiliki masalah dengan jantung, usahakan untuk berhenti merokok tanpa bantuan obat-obatan. Uji klinis menunjukkan, jenis obat tertentu yang bisa menghentikan kebiasaan merokok ternyata dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
Obat tersebut adalah Chantix (varenicline) yang diproduksi perusahaan farmasi terkemuka yakni Pfizer. Badan pengawas makanan dan obat Amerika Serikat atau FDA (Food and Drug Administration) menyimpulkan hal itu setelah mempelajari hasil uji klinis yang dilakukan kelompok independen.

Uji coba terhadap 700 perokok yang memiliki riwayat sakit jantung menunjukkan, Chantix cukup efektif menghentikan kebiasaan merokok dalam waktu 1 tahun. Namun dibandingkan kelompok yang hanya minum plasebo, perokok yang minum Chantix mengalami sedikit peningkatan risiko serangan jantung.
Atas temuan itu, FDA mewajibkan Pfizer untuk mencantumkan peringatan bagi pasien yang memiliki masalah dengan jantung. Artinya obat ini tetap aman pada orang yang sehat, namun harus mendapat perhatian khusus atau sebaiknya dihindari sama sekali pada perokok yang sakit jantung.
"Manfaat Chantix harus dibandingkan betul-betul dengna kemungkinan risikonya, khususnya opada perokok yang sakit jantung," tulis FDA dalam sebuah laporannya seperti dikutip dari Healthday.
Chantix yang memiliki nama generik varenicline diluncurkan pertama kali tahun 2006 dan diketahui sangat efektif menghambat efek nikotin di otak. Obat ini memanipulasi otak untuk merasa tidak nyaman jika ada nikotin yang masuk ke dalam tubuh.
Namun sejak pertama kali diluncurkan, penjualan obat ini memang mengalami hambatan karena memiliki efek samping yang kurang menyenangkan. Efek samping yang sudah diketahui antara lain memicu mimpi buruk di malam hari serta perasaan ingin bunuh diri, khususnya yang punya masalah depresi.
Sementara itu pada tahun 2010, otoritas kesehatan di Kanada kembali menemukan efek samping penggunaan Chantix. Pada beberapa perokok, Chantix bisa memicu rasa kantuk, mendadak pingsan atau hilang kesadaran, kejang atau kesulitan untuk menjaga konsentrasi.
Bagaimanapun, risiko serangan jantung akibat pemakaian obat ini tidak boleh jadi alasan untuk tidak berhenti merokok karena rokok itu sendiri juga memicu serangan jantung dan bahkan impotensi. Lagipula, efek samping ini hanya dialami perkokok yang memang punya sakit jantung.
T

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Forex

Apa itu Forex? Jika Anda pernah bepergian ke negara lain, biasanya Anda harus menemukan stan penukaran mata uang di bandara, dan kemudian menukar uang yang Anda miliki ke dalam mata uang negara yang Anda kunjungi. Anda pergi ke counter dan melihat layar menampilkan nilai tukar yang berbeda untuk mata uang yang berbeda. Anda menemukan “yen Jepang” dan berpikir , “WOW satu dolar saya! Senilai ¥ 100?! Dan aku punya sepuluh dolar! Aku akan menjadi kaya!” (Kegembiraan ini cepat hilang ketika Anda berhenti di sebuah toko di bandara untuk membeli sekaleng soda dan tiba-tiba setengah uang anda hilang.) Ketika Anda melakukan ini, Anda pada dasarnya sudah berpartisipasi dalam pasar forex! Anda telah menukar satu mata uang ke mata uang yang lain. Atau dalam istilah forex trading, dengan asumsi Andaorang Amerika mengunjungi Jepang, Anda telah menjual dolar dan membeli yen. Sebelum Anda terbang kembali ke rumah, Anda berhenti di stan pertukaran mata uang untuk menukar yen dan perhatikan nilai tuka...

Masturbasi yang Tidak Berlebihan Berikan Efek Positif

Masturbasi merupakan salah satu praktik seks yang terbilang aman. Jika dilakukan dengan benar, maka masturbasi bisa memberikan efek yang positif bagi kesehatan tubuh. Apa saja itu? "Masturbasi merupakan bagian dari kehidupan seks yang sehat, aman serta tidak berbahaya," ujar Gloria Brame, PhD, seorang seksolog klinis, seperti dikutip dari Menshealth, Jumat 6/1/2012). Berikut ini 5 manfaat kesehatan yang bisa didapatkan jika melakukan masturbasi secara teratur dan tidak berlebihan yaitu: 1. Mencegah kanker Sebuah studi yang dilakukan peneliti Australia tahun 2003 menemukan laki-laki yang ejakulasi lebih dari 5 kali dalam seminggu maka kemungkinannya sepertiga kali lebih kecil untuk mengembangkan kanker prostat. Salah satu peneliti mengungkapkan racun penyebab penyakit ini yang ada dalam saluran urogenital akan keluar dari sistem tubuh ketika seseorang melakukan masturbasi hingga mencapai ejakulasi. 2. Membuat penis lebih keras saat ejakulasi Secara alamiah peni...